3 Tempat Wisata Religi di Kota Cimahi yang Patut Dikunjungi

foto-masjid-baiturrokhmah-cimahi-saksi-bisu-perjuangan-usir-penjajah
foto-masjid-baiturrokhmah-cimahi-saksi-bisu-perjuangan-usir-penjajah

Kota Cimahi terkenal dengan banyaknya destinasi wisata alam yang menarik dan sering menjadi viral di media sosial. Di samping itu, Cimahi juga memiliki sejumlah tempat-tempat wisata religi yang layak dikunjungi. Tidak ada salahnya mengalokasikan waktu untuk berkunjung ke tempat-tempat ibadah. Selain dapat meningkatkan pemahaman dan pengetahuan sejarah, hal ini juga dapat membantu dalam mendekatkan diri kepada Tuhan.

Penasaran, apa saja destinasi wisata religi di Cimahi yang layak dikunjungi? Simak ulasannya dalam artikel ini.

Baca Juga : Pulau Kemaro, Destinasi Wisata Religi yang Diminati Saat Cap Go Meh

Tempat Wisata Religi di Kota Cimahi

Ada sejumlah tempat wisata religi di Cimahi yang patut dikunjungi. Mengutip dari berbagai sumber, berikut daftarnya.

1. Masjid Agung Kota Cimahi

Destinasi wisata religi pertama yang patut dikunjungi adalah Masjid Agung Kota Cimahi. Terletak di pusat kota, masjid ini berdampingan dengan Alun-alun Kota Cimahi.

Sejarah masjid ini menarik. Diresmikan pada tahun 1962, Masjid Agung Kota Cimahi awalnya hanya merupakan panggung sederhana seluas 200 meter persegi. Konstruksinya terdiri dari kayu, bambu, genting, dan fondasi batu. Pada awalnya, masjid tersebut didirikan pada tahun 1817 di atas tanah wakaf milik RH. M. Nasir (Abu Nasir), yang kemudian dikelola oleh ahli warisnya, Rd. Hj. Halimah Basyah.

Hingga masa kemerdekaan Indonesia, masjid tersebut masih berupa bangunan sederhana, dikelilingi oleh rumah-rumah warga. Barulah pada tahun 1960-an, rumah-rumah tersebut dipindahkan, dan Masjid Agung Kota Cimahi dibangun.

Masjid ini telah mengalami beberapa kali renovasi. Renovasi pertama dilakukan pada tahun 1989. Kemudian, pada tahun 1987, sebuah menara setinggi 17 meter dibangun dan diresmikan oleh Wali Kota Cimahi saat itu, Iwan Junaeni. Dua tahun berikutnya, pada tahun 1989, area masjid diperluas dengan pembangunan aula, sekretariat DKM, ruang klinik, dan perpustakaan. Pada tahun 1992, luas bangunan masjid semakin bertambah menjadi 1.800 meter persegi.

2. Masjid Al-Baakhirah

Di Cimahi, terdapat sebuah masjid yang memiliki keunikan tersendiri karena arsitektur bangunannya menyerupai sebuah kapal laut. Masjid tersebut dikenal dengan nama Masjid Al-Baakhirah.

Dari luar, terlihat sebuah jangkar putih yang merupakan lambang kapal laut yang sering digunakan untuk bersandar di pelabuhan. Bangunan masjid ini memiliki kombinasi warna putih dan krem.

“Masjid ini mirip dengan kapal milik Pelni, seperti KM Kerinci, dari bentuk hingga warna cat hampir serupa,” kata Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Baakhirah, Testa Radenta Budhiyanto.

Masjid Al-Baakhirah memiliki luas sekitar 200 meter persegi dan dapat menampung hingga 100 jemaah. Di dalamnya, terdapat ornamen yang menyerupai interior kapal laut, termasuk lantai berwarna cokelat yang mirip dengan lantai kayu di kapal laut.

Tidak hanya itu, lampu bola es dan bunker kapal juga dipasang di dalam Masjid Al-Baakhirah. Lampu-lampu tersebut tidak hanya berfungsi sebagai dekorasi, tetapi juga memiliki sensor pencahayaan. Ketika pencahayaan di dalam masjid minim, sensor lampu akan menyala untuk memberikan penerangan tambahan.

Masjid Al-Baakhirah adalah wakaf dari keluarga Budianto, yang merupakan keinginan almarhum ayah mereka sebelum meninggal dunia. Budianto meninggal pada usia 60 tahun pada tahun 2002. Setelah 13 tahun kepergiannya, keluarga Budianto memutuskan untuk mewujudkan keinginan sang ayah dengan membangun masjid tersebut.

3. Masjid Baiturrokhmah

Ada sebuah masjid yang memiliki sejarah yang kaya dan selalu ramai oleh para wisatawan, yaitu Masjid Baiturrokhmah.

Masjid Baiturrokhmah terletak di Jalan Usman Dhomiri, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi. Masjid ini didirikan sesuai dengan nama jalan tempatnya berdiri, yakni KH Usman Dhomiri pada tahun 1938.

Masjid ini merupakan saksi bisu perlawanan masyarakat Indonesia terhadap penjajah Belanda. Menurut detikTravel, Masjid Baitturokhmah pernah menjadi sasaran bombardir dengan bom mortir yang dilemparkan ke halaman masjid. Namun, secara ajaib, bom tersebut gagal meledak.

Untuk melawan penjajah, kelompok pejuang yang disebut Laskar Hizbullah dibentuk, yang terdiri dari para ulama, dipimpin oleh KH Usman Dhomiri. Mereka mengembangkan berbagai strategi untuk melawan tentara Belanda.

KH Usman Dhomiri memainkan peran penting dalam pembangunan Masjid Baiturrokhmah. Beliau lahir di Maroko pada tahun 1870, dan mengajarkan Tarikat Tijaniyah serta ilmu bela diri kepada pengikutnya. Selain itu, beliau juga berperan dalam penyebaran ajaran Islam di Jawa Barat.

KH Usman Dhomiri meninggal pada tahun 1955 dan dimakamkan di belakang Masjid Baiturrokhmah. Di sekitar makamnya, juga terdapat makam istri, anak, dan sanak keluarga beliau.

Meskipun telah beberapa kali direnovasi, Masjid Baitturokhmah tetap kokoh berdiri hingga saat ini. Namun, pemugaran tersebut telah mengubah arsitektur asli masjid yang awalnya mengadopsi gaya bangunan art deco.

Itulah sejarah singkat tentang tiga tempat wisata religi di Kota Cimahi. Apakah Anda tertarik untuk mengunjungi salah satunya?

Sumber : DetikJabar

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *