Ini Masjid Tertua di Padangsidimpuan, Konon Dibangun dalam 24 Jam

masjid-syech-zainal-abidin-merupakan-masjid-tertua-di-padangsidimpuan-dok-dinas-kebudayaan-dan-pariwisata-pemprov-sumut
masjid-syech-zainal-abidin-merupakan-masjid-tertua-di-padangsidimpuan-dok-dinas-kebudayaan-dan-pariwisata-pemprov-sumut

Masjid tertua di Kota Padangsidimpuan, yaitu Masjid Syech Zainal Abidin, memiliki sejarah yang menarik. Konon, masjid ini dibangun dalam waktu yang sangat singkat, hanya dalam satu hari semalam atau 24 jam. Berdasarkan informasi dari laman cagar budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, masjid ini didirikan pada tahun 1880 dan merupakan bangunan tertua di Kota Padangsidimpuan.

Masjid ini dinamai sesuai dengan nama ulama taringbet dan sufi terkemuka, Syech Zainal Abidin, yang lahir pada tahun 1810 dan meninggal dunia pada tahun 1903. Beliau memiliki pengaruh yang besar di wilayah Tapanuli bagian Selatan. Makam beliau terletak tidak jauh dari lokasi masjid ini, di Desa Pudun Jae, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua.

Baca Juga : Wisata Religi Martaban Bulupitu Masuk Kawasan Geopark Kebumen

Pembangunan Masjid Syech Zainal Abidin dilakukan tanpa menggunakan semen, yang merupakan bahan bangunan umum pada zaman sekarang. Bangunan masjid ini dibuat dari campuran tanah liat, telur ayam, batu, dan tanah kapur. Proses pembangunan melibatkan kerja keras dari lebih dari 50 orang yang bergotong royong, dan bangunan masjid tersebut berhasil diselesaikan dalam waktu yang singkat.

Masjid ini memiliki ciri khas arsitektur dengan warna hijau pada atapnya dan dinding yang berwarna putih. Dinding masjid ini memiliki ketebalan sekitar 60 sentimeter. Ornamen masjid ini mencerminkan gaya Arab-Jawa, dengan satu pilar besar di tengah dan delapan pilar di bagian luar untuk menopang bangunan.

Selama proses pembangunan, konon terjadi banyak keberkahan, seperti kesembuhan seorang pekerja dari penyakit kelumpuhan setelah ikut bergotong royong membangun masjid ini. Pemerintah Kota Padangsidimpuan kemudian menetapkan Masjid Syech Zainal Abidin sebagai cagar budaya pada tahun 2014, berdasarkan Peraturan Daerah nomor 04 tahun 2014.

Sumber : DetikSumut

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *