8 Destinasi Wisata Masjid Unik di Jawa Timur yang Harus Dikunjungi Selama Bulan Ramadan

masjid-merah-pandaan-pasuruan
masjid-merah-pandaan-pasuruan

Surabaya – Wisata religius selama bulan Ramadan memberikan manfaat yang besar, seperti peningkatan pengetahuan keagamaan dan meningkatkan kedekatan dengan Allah SWT. Salah satu cara untuk mengalami pengalaman ini adalah dengan mengunjungi berbagai masjid unik di Jawa Timur.

Berikut adalah beberapa masjid unik yang bisa dikunjungi:

Masjid Merah Moekhlas Sidik
Masjid Moekhlas Sidik, atau yang lebih dikenal sebagai Masjid Merah, terletak di Desa Durensewu, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Masjid ini dinamai “Merah” karena dominan berwarna merah, memberikan sentuhan keindahan di tengah hamparan sawah.
Masjid Merah diresmikan pada tahun 2019 dan memiliki tiga bagian utama: kubah, tubuh masjid, dan halaman. Namun, yang membuatnya unik adalah absennya menara.

Masjid Jami’ Imam Baidhowi
Masjid Jami’ Imam Baidhowi, di Desa Langenharjo, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, memiliki kemiripan dengan Masjid Nabawi di Madinah. Diresmikan pada tahun 2023, masjid ini memiliki luas lahan 3.200 meter persegi dengan bangunan utama berukuran 16×32 meter persegi dan menara setinggi 33 meter.
4 payung konvertibel yang mirip dengan yang di Masjid Nabawi mempercantik sisi depan dan samping Masjid Jami’ Imam Baidhowi, menambahkan pesona tersendiri pada masjid ini.

Baca Juga : Narasi Tentang Pohon Angsana di Kulon Progo, Diyakini Sebagai Tongkat Sunan Kalijaga

Masjid Cheng Hoo
Masjid Cheng Hoo, di Jalan Raya Kasri No.18, Petung Sari, Petungasri, Kecamatan Pandaan, Pasuruan, memiliki arsitektur unik dengan nuansa Tionghoa. Bangunan masjid ini adalah perpaduan arsitektur Jawa, Arab, dan Tionghoa, dengan dua lantai dan atap bergaya pagoda.
Masjid Cheng Hoo diresmikan pada 27 Januari 2008 dan memiliki sejarah yang kaya akan perjalanan Cheng Ho, pelaut muslim asal China, ke Nusantara pada abad ke-15.

Masjid Namira
Masjid Namira, di Jalan Kramat Jaya, Sanur, Jotosanur, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, didirikan pada tahun 2013. Masjid ini memiliki konsep yang mirip dengan Masjidil Haram di Makkah, dengan kain Kiswah besar di dinding mihrabnya.
Selain itu, sudut-sudut masjid juga dihiasi dengan kain Kiswah yang lebih kecil, menciptakan suasana yang khas dari Masjidil Haram.

Kunjungi : perancatoto

Masjid Al-Anwar
Masjid Agung Al-Anwar, di Jl. KH. Wahid Hasyim 202 Kebonsari, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, memiliki ikon payung raksasa yang menyerupai payung di Masjid Nabawi. Dengan dua lantai, masjid ini terletak di jantung kota Pasuruan, dengan arsitektur yang mencerminkan gaya Timur Tengah.
Masjid ini terkenal sebagai salah satu landmark Pasuruan dan menarik banyak pengunjung untuk berfoto di sekitar area payung raksasa.

Masjid Agung Lamongan
Masjid Agung Lamongan, yang berdiri sejak tahun 1908, memiliki arsitektur khas Jawa dengan menara di kedua sisinya. Masjid ini telah direnovasi untuk memberikan nuansa yang lebih modern, sementara tetap mempertahankan keunikan dan keindahannya.

Masjid Sunan Ampel
Masjid Sunan Ampel, di Jalan Petukangan I, Kelurahan Ampel, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya, didirikan oleh Sunan Ampel pada tahun 1421. Selama bulan Ramadan, masjid ini menjadi tujuan utama bagi banyak orang, dengan jumlah pengunjung yang meningkat secara signifikan terutama pada malam-malam tertentu.

Masjid Agung Jami’ Malang
Masjid Agung Jami’ Malang, di Jalan Merdeka Barat No 3 Malang, merupakan masjid utama di Kota Malang. Dengan arsitektur yang mencampur gaya Arab dan Jawa, masjid ini terletak di pusat kota dan menjadi pusat aktivitas keagamaan serta kebudayaan.

Setiap bagian dari Masjid Agung Jami’ Malang memiliki makna sakral, menciptakan atmosfer yang khusyuk dan penuh keagungan bagi para pengunjung.

Sumber : DetikJatim

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *