Bersenang-senang di TIM dan Menyambangi Masjid Amir Hamzah yang Indah

masjid-amir-hamzah
masjid-amir-hamzah

Taman Ismail Marzuki (TIM) merupakan tempat modern yang sering dikunjungi oleh anak muda untuk ngabuburit selama bulan Ramadan. Di sini, pengunjung disarankan untuk singgah sejenak di Masjid Amir Hamzah. TIM kini menjadi tempat favorit bagi banyak anak muda Jakarta karena luasnya area, arsitektur modern, dan beragam fasilitas yang disediakan. Tempat ini sering digunakan untuk berbagai kegiatan seni, olahraga, atau sekadar membaca.

Bagi yang menghabiskan waktu di TIM, mengunjungi Masjid Amir Hamzah yang memiliki desain industrial minimalis adalah hal yang penting. Masjid ini juga menjadi tempat yang tenang dan menenangkan di tengah keramaian kota. Suasana di dalam masjid cukup sepi karena letaknya di bagian belakang TIM.

Ketika berkunjung ke sini, pengunjung akan menemukan area yang rindang dengan pepohonan yang teduh. Bangunan masjid yang estetik juga akan menjadi daya tarik tersendiri. Jika tidak ada tanda masjid, banyak orang mungkin akan menganggapnya sebagai tempat bersantai biasa.

Bangunan dengan kaca besar di sekelilingnya memiliki ornamen lantai kayu dan atap bergaya industrial. Di dalam masjid, cahaya alami masuk melalui desain atap futuristik yang dilengkapi dengan jendela kaca. Masjid ini juga dikelilingi oleh kolam ikan, sehingga duduk di tepi kolam sambil menatap air bisa menjadi pengalaman yang menenangkan.

Baca Juga : 8 Destinasi Wisata Masjid Unik di Jawa Timur yang Harus Dikunjungi Selama Bulan Ramadan

Kunjungi : perancatoto

Meskipun memiliki desain modern, banyak orang sering tidak menyadari keberadaan masjid ini.

“Banyak yang bertanya-tanya, ada yang sudah ke sini, masih ada yang bertanya di mana masjidnya. Karena biasanya masjid memiliki kubah,” kata Edy Junaedi, dari DKM Masjid Amir Hamzah, pada Ramadan tahun lalu.

Sejarah Perjalanan Masjid yang Panjang

Masjid Amir Hamzah memiliki sejarah yang panjang dan sering berpindah-pindah lokasi. Pada suatu waktu, bahkan masjid ini berada di bawah tanah.

Pada awalnya, masjid ini berada di lokasi yang sekarang. Namun, karena perluasan kampus Institut Kesenian Jakarta (IKJ) di sebelahnya, masjid ini harus direlokasi.

“Pada tahun 2013, kami merencanakan revitalisasi karena adanya perluasan kampus, jadi Masjid Amir Hamzah sementara waktu harus dibongkar, direvitalisasi, dan dipindahkan ke basement,” kata Edy.

Setelah berada di basement selama empat tahun, masjid ini kemudian dipindahkan ke samping planetarium selama tiga tahun. Tidak berhenti di situ, pada tahun 2017, masjid ini kembali ke basement lagi hingga akhirnya kembali ke lokasi asalnya setelah proses revitalisasi TIM selesai pada tahun 2019.

Sumber : DetikTravel

Kunjungi : perancatoto

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *