Peran Penting Penyuluh Agama dalam Mewujudkan KUA Inklusif untuk Persiapan Pernikahan Multi-Agama

direktur-bina-kua-dan-keluarga-sakinah-zainal-mustamin
direktur-bina-kua-dan-keluarga-sakinah-zainal-mustamin

Pemerintah telah mengambil langkah cepat untuk mewujudkan Kantor Urusan Agama (KUA) yang inklusif dalam pelayanan pernikahan bagi semua agama. Persiapan yang dilakukan melibatkan berbagai aspek, mulai dari peraturan hingga perancangan program.

Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kementerian Agama (Kemenag), Zainal Mustamin, menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan persiapan regulasi, infrastruktur, sumber daya manusia, dan program Bimbingan Perkawinan Lintas Agama. Hal ini bertujuan untuk menciptakan KUA sebagai pusat layanan nikah yang melayani multi-agama.

“KUA akan menjadi pusat pelayanan keagamaan di masa depan. Oleh karena itu, kami sedang merancang program Bimbingan Perkawinan Lintas Agama,” ungkap Zainal Mustamin, seperti yang dilaporkan oleh laman resmi Kemenag pada Selasa (27/2/2024).

Baca Juga : Pohon Kantil sebagai Saksi Bisu Masjid Berusia 4 Abad di Klaten

Kunjungi Juga : perancatoto

Zainal menjelaskan bahwa mereka akan bekerja sama dengan penyuluh agama dari berbagai kepercayaan, termasuk Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Setiap penyuluh agama akan memberikan panduan perkawinan sesuai dengan ajaran agamanya kepada pasangan yang akan menikah.

“Akan ada evaluasi yang dilakukan. Direktorat KUA akan memberikan panduan kepada pasangan dengan bantuan Penyuluh Agama dari berbagai kepercayaan. Mereka akan memberikan panduan perkawinan dengan perspektif teologis dari agama masing-masing,” terang Zainal.

Menurutnya, panduan perkawinan adalah hak bagi semua pasangan, termasuk yang bukan beragama Islam. Melalui panduan ini, diharapkan kualitas ketahanan keluarga di Indonesia dapat ditingkatkan.

“Kementerian Agama memiliki tanggung jawab moral untuk meningkatkan kualitas ketahanan keluarga, tidak peduli agamanya,” ucap Zainal.

Agus Suryo Suripto, Kasubdit Bina Keluarga Sakinah, menambahkan bahwa program bimbingan perkawinan lintas agama sudah diterapkan di beberapa KUA. Dia yakin bahwa program ini akan berjalan dengan baik di masa depan.

“Sudah ada program Bimbingan Perkawinan Lintas Agama di beberapa KUA, seperti di Kintamani, Bangli, Bali, yang dilakukan oleh Penyuluh Agama Hindu. Di Bangka Belitung, juga ada Penyuluh Agama Konghucu yang memberikan panduan perkawinan,” tambah Suryo.

“Walaupun belum secara resmi diimplementasikan di semua KUA, namun program ini telah dimulai, dan akan berjalan di seluruh Indonesia,” tambahnya.

Sebagaimana yang diketahui, gagasan menjadikan KUA sebagai tempat pernikahan semua agama berasal dari Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. Meskipun menuai pro-kontra, ia optimis bahwa rencananya dapat terlaksana dengan baik.

Sumber : DetikHikmah

Kunjungi Juga : perancatoto

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *